When the rain
Is blowing in your face
And the whole world
Is on your case
I could offer you
A warm embrace
To make you feel my love
When the evening shadows
And the stars appear
And there is no - one there
To dry your tears
I could hold you
For a million years
To make you feel my love
I know you
Haven't made
Your mind up yet
But I would never
Do you wrong
I've known it
From the moment
That we met
No doubt in my mind
Where you belong
I'd go hungry
I'd go black and blue
I'd go crawling
Down the avenue
No, there's nothing
That I wouldn't do
To make you feel my love
The storms are raging
On the rolling sea
And on the highway of regret
Though winds of change
Are blowing wild and free
You ain't seen nothing
Like me yet
I could make you happy
Make your dreams come true
Nothing that I wouldn't do
Go to the ends
Of the Earth for you
To make you feel my love, To make you feel my love
skip to main |
skip to sidebar
Pages
Sabtu, 29 Oktober 2011
Minggu, 02 Oktober 2011
Untitles XIII
Aku mendengar suara bercakap, tapi ketika kulihat keluar jendela. kosong
hanya ada bangku taman yang tak bertuan
rumput hijau yang basah dan berdiri tegak, mencuat
seperti tak bisa di jejalkan kaki
begitu dingin
jingga baru saja memendarkan spektrum warna nya
bergeliat menghabiskan gelap
ah, perasaan ini.
aku masih saja disini, meracau dalam hening
kota kota menimbulkan gema, menggaung
itu pertanda dimulainya hari
tapi aku ? masih disini
terpaut pada bangku taman itu
jika saja, aku bisa duduk disana
menyingkap klise sepia ku
tentu saja begitu menyedihkan
maksudku, bukan klise realita
hanya saja aku ingin memvisualisasikan memoriku
yang dulu, selalu berkutat dikepalaku
ya, aku melihat kau disana
dibangkut taman itu. tertawa
aku ingin menyesap gambaranmu itu
tapi aku lupa, kau hanya pola dalam pikiranku
hanya ada bangku taman yang tak bertuan
rumput hijau yang basah dan berdiri tegak, mencuat
seperti tak bisa di jejalkan kaki
begitu dingin
jingga baru saja memendarkan spektrum warna nya
bergeliat menghabiskan gelap
ah, perasaan ini.
aku masih saja disini, meracau dalam hening
kota kota menimbulkan gema, menggaung
itu pertanda dimulainya hari
tapi aku ? masih disini
terpaut pada bangku taman itu
jika saja, aku bisa duduk disana
menyingkap klise sepia ku
tentu saja begitu menyedihkan
maksudku, bukan klise realita
hanya saja aku ingin memvisualisasikan memoriku
yang dulu, selalu berkutat dikepalaku
ya, aku melihat kau disana
dibangkut taman itu. tertawa
aku ingin menyesap gambaranmu itu
tapi aku lupa, kau hanya pola dalam pikiranku
Senin, 26 September 2011
loozy III
entah harus bagaimana aku mendeskripsikanmu, yaa, banyak yang bertanya. susah. aku tak berani menjawab, karena kau tau, semua ini salah.
saat itu, senja sudah memendar. menembuskan cahayanya yang lembut masuk kedalam ruangan. Yah, ibaratkan saja itu perpustakaan. Cahaya nya menerobos rak rak buku, sehingga membuat buku buku itu terlihat kosong, seperti sebuah panjangan. cahaya kala itu begitu lembut. aku berjalan dan berhenti disudut rak, yang hampir tak tersentuh cahaya. ada satu buku, yang tergeletak. usang. seperti lama tak dibuka. aku tertarik begitu saja. covernya yang hitam dan polos, entah apa isinya. aku duduk dipinggir rak. ku buka lembaran demi lembaran. awalnya, biasa saja tak ada yang menarik. tapi, itulah sebuah buku, menarik pada pertengahan. buku itu seperti menuntun perasaan pembaca dan menarik setiap molekul otak masuk kedalamnya. aku begitu terpaku, isinya tak sebanding dengan cover hitam itu. hitam tapi menenangkan.
aku mematung, hampir tak bergerak. mataku hanya tertuju pada semua kalimat dibuku itu. hingga aku sadar, matahari sudah tergelincir, bias jingganya sudah berganti kelam. aku ingin membawa pulang, tapi, tak mungkin sudah tidak ada lagi penjaganya. mungkin aku bisa meminjamnya besok. Tapi, begitu besoknya aku mencari buku itu, dia sudah hilang. tidak ada lagi di rak saat aku pertama kali menemukannya. entahlah, mungkin ada yang meminjam. atau mungkin, ia enggan untuk aku baca. ~
Yah, itulah kau. Sosok Loozy ku, kau ada, hampir setiap hari aku melihatnmu. Tapi aneh, aku seperti menggapai kabut. Kabut itu ada, tapi, apakah kau bisa menggenggamnya ? mustahil. Kau juga seperti kabut, menenangkan sekaligus menyedihkan. tentu saja itu sakit. seperti ada lobang didadaku, taukah kau bagaimana rasanya ? haha, aku salah bertanya ~
Minggu, 25 September 2011
Loozy II
Kau berbeda. Sesuatu yang istimewa. Tak pernah kutemukan yang lain selain kau. Entahlah, sudah lama dadaku menjadi sarang yang gelap dan berdebu. Tidak pernah tersentuh siapapun. Kau ? sungguh berbeda. Aku mengaggumi mu. Kau. Seluruhnya.
Aku tau. Semua mustahil. Aku hanya seperti anak kecil yang berimaginasi. Kau ada, tapi tidak disini. Kau ada, tapi tak bisa kusentuh. Ya, karena kau hanya imaginasiku.
Sempat terjadi, semua berjalan seperti apa yang aku mau. Kau seperti mendekat. Bayangmu sebelumnya pudar, semakin nyata. Hampir kugapai. Ya, tapi aku tau. Semua mustahil. Cukup aku, yang mengetahuinya. Aku ? aku hanya mengaggumimu.
Aku tau. Semua mustahil. Aku hanya seperti anak kecil yang berimaginasi. Kau ada, tapi tidak disini. Kau ada, tapi tak bisa kusentuh. Ya, karena kau hanya imaginasiku.
Sempat terjadi, semua berjalan seperti apa yang aku mau. Kau seperti mendekat. Bayangmu sebelumnya pudar, semakin nyata. Hampir kugapai. Ya, tapi aku tau. Semua mustahil. Cukup aku, yang mengetahuinya. Aku ? aku hanya mengaggumimu.